Peranan Penting APO Dalam Dunia Usaha Dan Kerja

Kamis, 28 April 2016

Kamis, 28 April 2016 | dilihat: pengunjung


Produktivitas memainkan peranan penting dalam dunia usaha. Selain berfungsi sebagai pendongkrak hasil usaha, meningkatnya produktivitas kerja pekerja juga akan maningkat kesejahteraannya.

Dengan meningkatnya produktivitas kerja, produktivitas usaha akan meningkat pula. Begitupun dengan meningkatnya produktivitas usaha, kesejahteraan juga akan meningkat. Antara kesejahteraan dan produktivitas, keduanya akan berkembang secara beriringan. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Ketenagakerjaan RI (Menaker) setelah mengikuti pertemuan 58th Session of Asian Productivity Organization (APO) Governing Body 2016 di Hotel Mulia, Senayan Jakarta, Selasa (19/4/2016).

“Kan kita kan tau ada negara anggota APO ini dari segi produktivitasnya luar biasa, seperti Jepang dan Singapore. Dari negara-negara itu kan kita belajar pentingnya peningkatan produktivitas yang sekaligus dengan naiknya produktivitas itu kesejahteraan juga akan ikut naik. Kalo kita ini seolah-olah kan, kesejahteraanya dulu donk, baru bisa produkif. Padahal, dua hal ini kan harus berjalan beriringan,” kata Menaker.

Pertemuan tersebut dihadiri delegasi dari 19 negara anggota APO, yaitu Banglades, Kamboja, Republik Cina, Fiji, Filipina, India, Indonesia, Iran, Jepang, Republik Korea, Laos, Malaysia, Mongolia, Nepal, Pakistan, Singapore, Sri Lanka, Thailand, dan Vietnam. Organisasi APO bergerak dalam persoalan peningkatan produktivitas di negara-negara Asia-Pasifik yang bersifat non-profit, non-politik, dan non-diskriminatif. Organisasi ini berdiri sejak tahun 1961.

Melalui pertemuan tersebut, negara-negara anggota APO saling bertukar informasi dan pengalaman dalam meningkatkan produktivitas negara masing-masing.

“Dengan adanya APO ini, negara-negara anggota bisa saling belajar dari pengalaman masing-masing dan juga tukar-menukar expert dan lain sebagainya. Tentunya ini sangat membantu percepatan produktivitas di Indonesia,” terangnya.

Menaker menjelaskan, pertemuan APO tidak hanya mempertemukan pemerintah dari masing-masing negara anggota. Tapi lebih dari itu, pertemuan tersebut melibatkan seluruh stakeholder yang berkaitan langsung dengan produktivitas, sehingga kajian yang dilakukan pun cukup luas.

“Secara prinsip, kita ini dari pertukaran informasi, pertukaran ahli, kemudian juga pengembangan metode-metode maupun pendekatan-pendekatan untuk meningkatkan produktivitas dari perusahaan. Pelibatan dari seluruh stakeholder yang bisa mendorong peningkatan produktivitas. Baik dari segi industrinya, kemudian di birokrasinya, di masyarakat dan lain sebagainya. Jadi cakupanyya cukup luas,” pungkas Menteri Hanif.


Pasang Kemnaker TV Untuk Smartphone

img





Video Lainnya