• Langkah Strategis Menaker Wujudkan Integritas dan Profesionalisme PNS Kemnaker

    Langkah Strategis Menaker Wujudkan Integritas dan Profesionalisme PNS Kemnaker

    Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Muhammad Hanif Dhakiri, mengambil langkah strategis untuk mewujudkan Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang berintegritas dan profesional sehingga mampu menyelenggarakan pelayanan publik dan mampu menjalankan peran sebagai perekat persatuan dan kesatuan bangsa, sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN).



  • Menaker Hanif Dhakiri Memberikan Asuransi kepada TKI Korban PHK oleh Perusahaan Bin Laden

    Menaker Hanif Dhakiri Memberikan Asuransi kepada TKI Korban PHK oleh Perusahaan Bin Laden

    Menteri Ketenagakerjaan RI M, Hanief Dhakiri menerima kehadiran para TKI yang menjadi korban PHK di gedung Kemnaker, Selasa 10 Mei 2016 Sekaligus dalam rangka menyerahkan Asuransi kepada 14 orang karyawan yang di PHK oleh perusahaan Bin Laden Saudi Arabia. Menaker juga menyampaikan keprihatinannya atas musibah tersebut. Pada kesempatan itu Menaker HAnif Dhakiri juga menyatakan dengan tegas atas kepengurusan Asuransi Bagaimanapun caranya harus dituntaskan dan diberikan kepada para korban PHK sesuai dengan ketentuan yang ada.


  • MENAKER MEMBUKA KONGRES AKBAR KE V SARBUMUSI

    MENAKER MEMBUKA KONGRES AKBAR KE V SARBUMUSI

    Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia (RI) H Hanif Dakhiri memukul gong sebanyak sembilan kali sebagai tanda pembukaan Kongres Akbar V Konfederasi Sarekat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi) di Balai Besar Pengembangan dan Perluasan Kerja (BBPPK) Kemenaker RI, Jalan Raya Lembang, Bandung, Sabtu (30/4) siang. Ia mendorong konfederasi sarekat buruh NU ini untuk menhasilkan program kerja agar buruh lebih kompetitif.

    “Kita harus mampu bersaing. Kita perlu meningkatkan kompetensi buruh. Ke depan tantangan ketenagakerjaan kita akan lebih berat,” kata Hanif di hadapan ratusan peserta kongres.




  • Focuskan Permasalahan TKI

    Focuskan Permasalahan TKI

    Kementerian Ketenagakerjaan melalui Direktorat Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja terus meningkatkan koordinasi dalam upaya-upaya penyelesaian persoalan ketenagakerjaan.


  • Peranan Penting APO Dalam Dunia Usaha Dan Kerja

    Peranan Penting APO Dalam Dunia Usaha Dan Kerja

    Produktivitas memainkan peranan penting dalam dunia usaha. Selain berfungsi sebagai pendongkrak hasil usaha, meningkatnya produktivitas kerja pekerja juga akan maningkat kesejahteraannya.

    Dengan meningkatnya produktivitas kerja, produktivitas usaha akan meningkat pula. Begitupun dengan meningkatnya produktivitas usaha, kesejahteraan juga akan meningkat. Antara kesejahteraan dan produktivitas, keduanya akan berkembang secara beriringan. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Ketenagakerjaan RI (Menaker) setelah mengikuti pertemuan 58th Session of Asian Productivity Organization (APO) Governing Body 2016 di Hotel Mulia, Senayan Jakarta, Selasa (19/4/2016).

    “Kan kita kan tau ada negara anggota APO ini dari segi produktivitasnya luar biasa, seperti Jepang dan Singapore. Dari negara-negara itu kan kita belajar pentingnya peningkatan produktivitas yang sekaligus dengan naiknya produktivitas itu kesejahteraan juga akan ikut naik. Kalo kita ini seolah-olah kan, kesejahteraanya dulu donk, baru bisa produkif. Padahal, dua hal ini kan harus berjalan beriringan,” kata Menaker.

    Pertemuan tersebut dihadiri delegasi dari 19 negara anggota APO, yaitu Banglades, Kamboja, Republik Cina, Fiji, Filipina, India, Indonesia, Iran, Jepang, Republik Korea, Laos, Malaysia, Mongolia, Nepal, Pakistan, Singapore, Sri Lanka, Thailand, dan Vietnam. Organisasi APO bergerak dalam persoalan peningkatan produktivitas di negara-negara Asia-Pasifik yang bersifat non-profit, non-politik, dan non-diskriminatif. Organisasi ini berdiri sejak tahun 1961.

    Melalui pertemuan tersebut, negara-negara anggota APO saling bertukar informasi dan pengalaman dalam meningkatkan produktivitas negara masing-masing.

    “Dengan adanya APO ini, negara-negara anggota bisa saling belajar dari pengalaman masing-masing dan juga tukar-menukar expert dan lain sebagainya. Tentunya ini sangat membantu percepatan produktivitas di Indonesia,” terangnya.

    Menaker menjelaskan, pertemuan APO tidak hanya mempertemukan pemerintah dari masing-masing negara anggota. Tapi lebih dari itu, pertemuan tersebut melibatkan seluruh stakeholder yang berkaitan langsung dengan produktivitas, sehingga kajian yang dilakukan pun cukup luas.

    “Secara prinsip, kita ini dari pertukaran informasi, pertukaran ahli, kemudian juga pengembangan metode-metode maupun pendekatan-pendekatan untuk meningkatkan produktivitas dari perusahaan. Pelibatan dari seluruh stakeholder yang bisa mendorong peningkatan produktivitas. Baik dari segi industrinya, kemudian di birokrasinya, di masyarakat dan lain sebagainya. Jadi cakupanyya cukup luas,” pungkas Menteri Hanif.


  • Mendorong Pola Pelatihan Pemagangan

    Mendorong Pola Pelatihan Pemagangan

    Pelatihan kerja dengan pola pemagangan luar negeri, tidak boleh disalahartikan sebagai pengiriman tenaga kerja ke luar negeri yang berorientasi untuk mendapatkan penghasilan atau gaji yang tinggi.

  • Awal Kembali 1 Lanjut Akhir